Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Mengapa Babi Haram Dalam Islam

Minggu, 29 Agustus 2010

Sebenarnya bukan hanya Islam saja yang mengharamkan babi, dua agama samawi lainnya yaitu Yahudi dan Kristen juga mengharamkannya.
Lalu apa sebabnya babi itu diharamkan ? mungkin banyak dari anda yang mempunyai pikiran seperti ini, selain tentunya karena dilarang oleh agama. Dalam tulisan ini saya akan memberikan sekilas pandang tentang binatang yang diharamkan oleh Al Qur'an ini.
Babi adalah binatang yang rakus dan pemalas, dia memakan apapun bahkan kotorannya sendiri. Penelitian kedokteran sejak dulu membuktikan betapa babi merupakan hewan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia.
Dalam Al Qur'an disebutkan tentang sebagian manusia durhaka yang dikutuk Allah menjadi monyet dan babi.

Katakanlah : maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya di sisi Allah dari itu (orang-orang fasik) yaitu orang-orang yang Allah laknati dan Dia murka kepadanya, lalu Dia jadikan mereka sebagai monyet dan babi dan yang mengibadahi thagut. Mereka itulah seburuk-buruk tempatnya dan paling sesat dari jalan yang lurus. (Al Maidah : 60)


Ada sebagian manusia dari kalangan bani Israil yang dikutuk Allah menjadi babi, bisa jadi gen manusia yang berubah menjadi babi tetap lestari sampai kini.
Menurut peneliti medis organ tubuh babi sangat mirip dengan organ tubuh manusia. Sehingga pernah muncul ide tentang transplantasi organ tubuh manusia dengan organ babi.
Menurut para penikmat babi, rasa daging babi sangat enak jika dibandingkan dengan daging hewan lainnya. Sehingga bisa menimbulkan semacam kecanduan. Menurut seorang muallaf dari Cina, dia masih sering tergoda untuk mencicipi daging babi.
Ada ungkapan "You Are What You Eat" yang kurang lebih artinya Kamu adalah seperti apa yang kamu makan. Jadi jika seseorang banyak memakan daging babi maka sifat-sifat babi akan masuk ke dalam aliran darah dan ikut membentuk karakter dirinya.
Ada sebuah kisah menarik ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Prancis. Mereka (orang Prancis) bertanya kepada beliau mengenai diharamkannya babi dalam Islam.

Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan kalau babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri lainnya. Hal itu sekarang sudah tidak ada, karena babi diternakkan dalam peternakan modern dengan kebersihan yang terjamin dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya ?

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina, dan juga dua ekor babi jantan dan satu ekor babi betina.

Mendengar permintaan itu mereka bertanya," Untuk apa semua ini ?"

Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan satu rahasia".

Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemuadian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam sebuah kandang. Kedua ayam jantan itu pun berkelahi untuk memperebutkan sang ayam betina untuk dirinya sendiri sampai salah satu dari mereka hampir mati.
Setelah itu beliau memerintahkan untuk melepaskan dua ekor babi jantan dan satu ekor babi betina dalam satu kandang. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hasrat seksualnya tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat istrinya bersama lelaki lain dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak diantara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing dan kalian membiarkannya tanpa rasa was-was, karena babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."

Semoga bermanfaat

refernsi:
www.swaramuslim.net/more-php?id=1719_0_1_0_M

www.sameerr.multiply.com/journal/item/23/Pertanyaan_seputar_Babi

www.encyclopedia.com/doc/1G1-72113051.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Unclean_animal

Ledakan Besar "Big Bang" Menggema ke Segenap Penjuru Peta Galaksi

Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan dukungan sangat penting bagi teori  "Big Bang". Hasil penelitian tersebut disampaikan pada pertemuan musim dingin American Astronomical Society.

Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para astrofisikawan sebagai salah satu warisan terpenting dari tahap-tahap awal alam semesta yang masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, adalah mungkin untuk mengacu pada informasi tentang penyebaran dan letak galaksi-galaksi sebagai "sebuah jendela yang membuka pengetahuan tentang sejarah alam semesta."

Dalam penelitian mereka yang berlangsung beberapa tahun, dua kelompok peneliti yang berbeda, yang terdiri dari ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika, berhasil membuat peta tiga dimensi dari sekitar 266.000 galaksi. Para ilmuwan tersebut membandingkan data tentang penyebaran galaksi yang mereka kumpulkan dengan data dari Cosmic Background Radiation [Radiasi Latar Alam Semesta] yang dipancarkan ke segenap penjuru alam semesta, dan membuat penemuan penting berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi. Para peneliti yang mengkaji data tersebut menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi terbentuk pada materi yang terbentuk 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang, di mana materi ini saling bertemu dan mengumpul, dan kemudian mendapatkan bentuknya akibat pengaruh gaya gravitasi.

Menurut teori Big Bang, segala sesuatu berawal dari ledakan satu titik tunggal berkerapatan tak terhingga dan bervolume nol. Seiring dengan berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda-benda langit pun mengembang.

Penemuan tersebut membenarkan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa jagat raya berawal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol dan berkerapatan tak terhingga yang terjadi sekitar 14 miliar tahun lalu. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah pengkajian yang terdiri dari puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tegar tak terkalahkan di atas pijakan yang teramat kokoh. Big Bang diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini, dan menjadi bukti ilmiah yang membenarkan kenyataan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan.

Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, Observatorium Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia, menentukan letak 221.000 galaksi di jagat raya dengan menggunakan teknik pemetaan tiga dimensi. Pemetaan ini, yang dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9 meter pada menara observatorium itu, hampir sepuluh kali lebih besar dari penelitian serupa sebelumnya.(1) Di bawah pimpinan Dr. Matthew Colless, kepala observatorium tersebut, kelompok ilmuwan ini pertama-tama menentukan letak dan jarak antar-galaksi. Lalu mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan mempelajari variasi-variasi teramat kecil dalam model ini secara amat rinci. Para ilmuwan tersebut mengajukan hasil penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society [Warta Bulanan Masyarakat Astronomi Kerajaan].
Dalam pengkajian serupa yang dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico, Amerika Serikat, letak dari sekitar 46.000 galaksi di wilayah lain dari jagat raya juga dipetakan dengan cara serupa dan penyebarannya diteliti. Penelitian ini, yang menggunakan teleskop Sloan bergaris tengah 2,5 meter, diketuai oleh Daniel Eisenstein dari Universitas Arizona, dan akan diterbitkan dalam Astrophysical Journal [Jurnal Astrofisika]. (2)

Hasil yang dicapai oleh dua kelompok peneliti ini diumumkan dalam pertemuan musim dingin American Astronomical Society [Masyarakat Astronomi Amerika] di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari 2005.

Bukti Penting Yang Semakin Mengukuhkan Big Bang

Data yang diperoleh dari satelit COBE pada tahun 1992 mengungkap adanya fluktuasi sangat kecil pada pancaran Radiasi Latar Alam Semesta.

Data yang diperoleh dari hasil kerja panjang dan teliti membenarkan sejumlah perkiraan yang dibuat puluhan tahun silam di bidang astronomi tentang asal usul galaksi. Di tahun 1960-an, para perumus teori memperkirakan bahwa galaksi-galaksi mungkin mulai terbentuk di wilayah-wilayah di mana materi berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar segera setelah peristiwa Big Bang. Jika perkiraan ini benar, maka cikal bakal galaksi-galaksi itu seharusnya dapat teramati dalam bentuk fluktuasi sangat kecil pada tingkat panas di sisa-sisa radiasi dari Big Bang dan dikenal sebagai Radiasi Latar Alam Semesta.

Radiasi Latar Alam Semesta adalah radiasi panas yang baru mulai dipancarkan 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang. Radiasi ini, yang dipancarkan ke segenap penjuru di alam semesta, menampilkan potret sekilas dari jagat raya berusia 350.000 tahun, dan dapat dipandang sebagai fosil [sisa-sisa peninggalannya] di masa kini. Radiasi ini, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1965, diakui sebagai bukti mutlak bagi Big Bang yang disertai berbagai pengkajian dan pengamatan, dan diteliti secara sangat mendalam. Data yang diperoleh dari satelit COBE (Cosmic Background Explorer [Penjelajah Latar Alam Semesta]) pada tahun 1992 membenarkan perkiraan yang dibuat di tahun 1960-an dan mengungkap bahwa  terdapat gelombang-gelombang kecil pada Radiasi Latar Alam Semesta.(3) Meskipun ketika itu sebagian keterkaitan antara gelombang kecil tersebut dengan pembentukan galaksi telah ditentukan, hubungan ini saat itu belum dapat diperlihatkan secara pasti hingga baru-baru ini.

Namun, kaitan penting itu telah berhasil dirangkai dalam sejumlah pengkajian terakhir. Kelompok Colless dan kelompok Eisenstein telah menemukan kesesuaian antara gelombang-gelombang kecil yang terlihat pada Radiasi Latar Alam Semesta dan yang teramati pada jarak antar-galaksi. Dengan demikian telah dibuktikan secara pasti bahwa cikal bakal galaksi terbentuk di tempat-tempat di mana materi yang muncul 350.000 tahun menyusul peristiwa Big Bang saling berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar.
Dalam jumpa pers mengenai pokok bahasan tersebut, Dr. Eisenstein mengatakan bahwa pola tersebarnya galaksi-galaksi di segenap penjuru langit bersesuaian dengan gelombang suara yang memunculkan pola penyebaran itu. Para peneliti berpendapat bahwa gravitasi mempengaruhi gelombang dan mengarahkan bentuk galaksi. Eisenstein membuat pernyataan berikut:
"Kami menganggap hal ini sebagai bukti kuat bahwa gravitasi telah memainkan peran utama dalam membentuk cikal bakal [galaksi] di dalam latar gelombang mikro (yang tersisa dari peristiwa Big Bang) menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi yang kita saksikan di sekeliling kita." (4)
Dalam sebuah pernyataan kepada lembaga pemberitaan AAP, Russell Cannon, dari kelompok peneliti yang lainnya, mengatakan bahwa penemuan-penemuan tersebut memiliki nilai teramat penting, dan merangkum hasil penting penelitian itu dalam uraian berikut:
"Apa yang telah kami lakukan memperlihatkan pola galaksi-galaksi, penyebaran galaksi-galaksi yang kita saksikan di sini dan saat ini, sepenuhnya cocok dengan pola lain yang terlihat pada sisa-sisa peninggalan peristiwa Big Bang…" (5)
Sejumlah penemuan juga diperoleh dari pengkajian tentang kadar materi dan energi yang membentuk alam semesta, serta bentuk geometris alam semesta. Menurut data ini, alam semesta terdiri dari 4% materi biasa, 25% materi gelap (yakni materi yang tidak dapat diamati tapi ada secara perhitungan), dan sisanya energi gelap (yakni energi misterius [yang tidak diketahui keberadaannya] yang menyebabkan alam semesta mengembang dengan kecepatan lebih besar dari yang diperkirakan). Sedangkan bentuk geometris alam semesta adalah datar.
Dukungan bagi Big Bang

Sir Martin Rees
Sejumlah penemuan yang dicapai dalam pengkajian ini telah semakin memperkokoh teori Big Bang. Dr. Cannon mengatakan bahwa penelitian tersebut menambah bukti yang sangat kuat bagi teori Big Bang tentang asal usul alam semesta dan menegaskan dukungan itu dalam perkataan berikut ini:
"Kita telah mengetahui sejak lama bahwa teori terbaik bagi [asal usul] alam semesta adalah Big Bang -- bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa pada satu ruang teramat kecil dan sejak itu mengembang secara terus-menerus." (6)
Dalam sebuah ulasan tentang penelitian tersebut, Sir Martin Rees, ahli astronomi terkenal dari Universitas Cambridge, mengatakan bahwa meskipun menggunakan teknik-teknik statistik dan pengamatan yang berbeda, kelompok-kelompok tersebut telah sampai pada satu kesimpulan yang sama, dan ia menganggap hal ini sebagai sebuah petunjuk akan kebenaran hasilnya. (7)
Physicsweb.org, salah satu situs ilmu-ilmu fisika terpenting di Internet, memberi tanggapan bahwa pengkajian-pengkajian tersebut "memberikan bukti lebih lanjut bagi teori dasar Big Bang dengan tambahan model pengembangan alam semesta." (8)
Berkat ilmu pengetahuan modern yang memungkinkan pengamatan radiasi latar alam semesta dan benda-benda langit, para ilmuwan memperoleh pemahaman bahwa alam semesta memiliki suatu permulaan (Big Bang) dan kemudian mengalami perluasan (Pengembangan). Akan tetapi, pengetahuan mendasar ini sama sekali bukanlah hal baru bagi umat manusia. Di dalam Al Qur'an semenjak 1.400 tahun terakhir umat manusia telah mengetahui dua fakta ini, yang hanya mampu diketahui para ilmuwan di dalam mahaluasnya ruang angkasa di abad ke-20.
Dua Informasi Penting mengenai Model Baku Pembentukan Alam Semesta disebutkan di dalam Al Qur'an
Di dalam Al Qur'an, dan di dalam Taurat dan Injil yang isinya telah mengalami perubahan setelah diwahyukannya, Allah telah mewahyukan bahwa alam semesta dan seluruh materi diciptakan dari ketiadaan; di dalam Al Qur'an, satu-satunya naskah yang belum mengalami perubahan, Dia memfirmankan satu rahasia menakjubkan yang lain: alam semesta tengah mengalami pengembangan.
Pembentukan alam semesta menjadi "ada" dari "ketiadaan" diberitakan di dalam Al Qur'an sebagaimana berikut:
Dia Pencipta langit dan bumi. (QS. Al An'aam, 6:101)
Mengembangnya alam semesta, salah satu di antara bidang-bidang utama penelitian ilmu pengetahuan modern, diwahyukan dalam ayat ini:
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS. Adz Dzaariyaat, 51:47)
Sebagaimana telah kita pahami, dua bagian penting dari penjelasan yang menjadi rujukan tentang asal usul alam semesta, yakni Big Bang dan Mengembangnya alam semesta, diberitakan dalam Al Qur'an di masa ketika sarana pengamatan astronomi masih sangat terbatas. Hal ini memperlihatkan bukti nyata bahwa Al Qur'an telah diwahyukan oleh Allah. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan terkini sepenuhnya cocok dengan apa yang diberitakan di dalam Al Qur'an, dan pengkajian-pengkajian terakhir ini sekali lagi mengarahkan perhatian kepada kesesuaian yang erat ini.

TANDA KURUNG DALAM AL QUR'AN


"Benarkah di dalam Al Qur'an terdapat 150.000 tanda kurungnya?"


JAWABAN SDR. IA[24 Juni 2009]

Bung Hakekatku...

Saya coba untuk jawab ya...

Bisa tolong ditunjukkan Al Qur'an yang anda maksud?

Kalau yang anda maksud adalah Al Qur'an Al Kariim, maka saya jamin dan yakinkan anda bahwa tidak ada tanda kurung di dalam Al Qur'an. Saya persilahkan anda untuk mengecek sendiri ke toko2 buku seperti Gramedia atau Wali Songo.

Tetapi, kalau yang anda maksud adalah Terjemahan Al Qur'an Al Kariim, maka saya jawab memang ada arti yang diletakkan di dalam kurung. Mengapa? Hal ini semata-mata karena :
  1. Ketidakmampuan bahasa Indonesia untuk menterjemahkan bahasa arab yang disebabkan oleh kompleksnya susunan bahasa arab.
  2. Tidak dapat ditemukan padanan kata bahasa arab dalam bahasa Indonesia.
  3. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka kata2 di dalam kurung diperlukan untuk menjelaskan maksud dari ayat2/kata2 yang tidak ada padanan katanya.

Mungkin itu dulu dari saya. Mohon maaf apabila jawaban saya kurang memuaskan. Semata-mata karena ilmu saya masih sangat sedikit. Mungkin saudara2ku yang lain bisa menambahkan..

Terima kasih


TULIS SAYA[24 Juni 2009] > Kpd. Sdr. IA;

Terimakasih,
Untuk sementara jawaban anda saya pending dulu, sebab pertanyaan saya baru pada tahap mencari kebenarannya; yaitu: benarkah?

Keterangan: Benar, “Terjemahan Al Qur'an Al Karim” yang saya maksudkan.



JAWABAN SDR. AE[24 Juni 2009]

Saya baru saja mulai tour of duty dan akan masuk asrama hingga menjelang pemilu bln dpn. Skrg baru singgah sbntr di suatu kota. Bsk pagi lanjut lg perjlnan.
Alhamdulillah atasan saya ga kaku (sbg aparat negara saya tentu hrs patuh pd atasan), jd cukup rileks suasananya, dan saya-pun pny wkt utk buka email2 yg msk.

Di milis ini ada bbrp hal yg membuat saya surprise, yaitu:
  1. Moderator milis ini ternyt usianya jauh di atas saya dan ia adalah seorang rohaniawan, shg tentunya pny etika dan kesantunan yg tinggi dan pastinya jg pny pengetahuan yg dalam ttg agamanya (shg saya bs dpt manfaat dan ilmu dr-nya dr milis ini).
  2. Entah krn sebab apa tiba2 saya mendptkan sdr Rudy sgt jauh berbeda dgn yg saya 'kenal' bbrp hari yg lalu. Awesome..
  3. Thanks to mas Iansyah n sdr Rudy, for all u've done.

So, let's hit the road:
Sdr Rudy, trs trg saya tdk tau persis apa yg dimksd dgn pertnyan itu. Kalau mksdnya adalah Al-Qur'an, tentu pertnyan itu adalah isapan jempol belaka, yg dibuat oleh org yg dangkal ilmunya ttg Al-Qur'an namun sdh gemar membuat konklusi. Tp kalau mksdnya adalah terjemahn Al-Qur'an dlm bahasa Indonesia, itu mmg benar, meski saya tdk tau brp jumlah persisnya tanda kurung yg ada.

Mengapa bs begitu?
Sebabnya sgt simpel (namun sygnya tdk dimiliki oleh Alkitab) yaitu:
  • Bahasa Indonesia tdk memiliki kosa kata yg kuat dan lengkap utk menterjmhkan Al-Qur'an.
    Kalau hanya terjmhn, aplg tafsir, tdk dpt disebut sbg Al-Qur'an. Yg dimksd dgn Al-Qur'an adalah sebuah kitab suci yg berisi wahyu2 murni dr Allah (lafadz dan maknanya dr Allah) dgn menggunakan bhs Arab.
  • Utk mendekati mksd dgn apa yg tertulis di dlm Al-Qur'an, maka digunakanlah tnd kurung. Meski begitu, tak jarang msh jg dijumpai kesulitan utk memilih kata2 yg tepat yg tdk menimbulkan tafsiran yg berbeda.

Krn sebab itulah maka sebaiknya umat Islam mengerti bhs Arab bila ingin mendalami Al-Qur'an.

Jd, pertnyan itu hrsnya diganti spt ini: ADAKAH TANDA KURUNG DALAM ALKITAB?
(Smg sdr dpt menjelaskannya)

Saat ini saya jg sdg aktif di milis dialog islamkristen dan msh ada pertny-an yg perlu saya respon, shg tdk bs pnjg lebar merespon pertyn sdr tsb.

Demikian dr saya dan trm ksh.

Sincerely,


TULIS SAYA[24 Juni 2009] > Kpd. Sdr. AE:

Terimakasih juga,
Tentang tanda kurung yang ada di Alkitab, ada beberapa. Tapi, pembahasannya entar dululah. Kita satu persatu aja dulu.
Memang bukan yang di Al Qur'an yang saya maksud, tetapi yang di terjemahannya.
Sekarang akan saya rangkai dengan jawaban sdr. IA, bahwa maksudnya tanda kurung adalah untuk memperjelas maksud Al Qur'an yang tidak ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia.


1. AL MA’IDAH [5] : 117 : “Maka setelah ENGKAU WAFATKAN [angkat] aku, ENGKAUlah yang
mengawasi mereka.”

Pertanyaannya: Apakah “[angkat]” ini suatu keterangan untuk kata-kata: “wafat?” Bagaimana bunyi
teks aslinya kalau di Indonesiakan? Apakah juga ada pengertian “angkat”nya?


2. ASY SYURA [42] : 7: “Demikianlah KAMI wahyukan kepadamu AL QUR’ AN dalam bahasa Arab
supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura [penduduk Mekkah]
dan penduduk [negeri-negeri] sekelilingnya.”

Pertanyaannya: Benarkah Islam hanya untuk negeri-negeri sekeliling Arab saja?


3. AN NAHL [16] : 102 : “RUHUL QUDUS [Jibril] menurunkan AL QUR’AN itu dari TUHANmu
dengan benar.”

Pertanyaannya: Bagaimana bunyi teks aslinya dalam bahasa Indonesianya; apakah ada kandungan
“Jibril”-nya?

4. AS SAJDAH [32] : 23 : “Dan sesungguhnya telah KAMI berikan kepada Musa Alkitab[Taurat],
maka janganlah kamu [MUHAMMAD] ragu-ragu menerima [AL QUR’AN
itu] dan KAMI jadikan Alkitab [Taurat] itu petunjuk bagi Bani Israil.”

Pertanyaannya: Kitab apakah yang sedang dibicarakan di sini; Taurat atau Al Qur'an, atau keduanya?


Jawaban iansyah:
Saya mohon maaf apabila apa yang saya tulis berikut ini belum dapat menjawab pertanyaan Pak Hakekatku dengan baik. Semua semata karena keterbatasan ilmu yang saya miliki. Saya belum menguasai bahasa Arab, karena itu, beberapa bagian dari jawaban saya terhadap pertanyaan Pak Hakekatku saya nukilkan dari beberapa sumber yang bisa dipercaya. Mari kita lanjutkan..

1. AL MA’IDAH [5] : 117

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
[5:117] Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
Catatan: Engkau disini merujuk kepada Allaah subhanallaahu ta’alaa

Pertanyaannya: Apakah “[angkat]” ini suatu keterangan untuk kata-kata: “wafat?” Bagaimana bunyi
teks aslinya kalau di Indonesiakan? Apakah juga ada pengertian “angkat”nya?

Jawabannya :
Beberapa terjemahan Al Qur’an tidak menyertakan kata “angkat” dalam mengartikan ayat ini. Hal ini tampak sebagai suatu bentuk penafsiran secara pribadi oleh penterjemahnya menurut ilmu yang dimilikinya. Terdapat 2 kepercayaan umat Islam terhadap kondisi Rosulullaah Isa a.s.saat ini:
  1. Rosulullaah Isa a.s. meninggal secara fisik dan kemudian rohnya diangkat (ditinggikan – dalam surat Ali Imran:55)
  2. Rosulullaah Isa a.s. diangkat oleh Allah subhanallaahu ta’alaa secara jasmani dan ruhani ke sisi Allah subhanallaahu ta’alaa
Mengapa timbul perbedaan penafsiran? Hal ini disebabkan oleh perbedaan cara mengartikan ayat ini, kemudian juga rujukan ayat2 dan atau hadist2 yang diambil untuk melakukan periksa silang terhadap ayat ini.

Bila dibaca secara teliti akan kita temukan bahwa didalam ayat ini terdapat kata "tawaffaytani" yang maknanya adalah mewafatkan dan berarti meninggal secara jasmani, bukan “Rafa” yang berarti kerohanian.

Merujuk pada surat Ali Imran:55
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

[3:55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

2. ASY SYURA [42] : 7

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ
[42:7] Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya1340 serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.
[1340] Maksudnya: penduduk dunia seluruhnya.

Pertanyaannya: Benarkah Islam hanya untuk negeri-negeri sekeliling Arab saja?

Jawabannya:
Apakah definisi dari negeri negeri di sekelilingnya (Mekkah)?
Apakah mereka itu negeri yang bersinggungan langsung dengan Mekkah?
Ataukah termasuk negeri2 yang tidak bersinggungan secara langsung dengan Mekkah?
Definisinya harus kita sepakati agar terjadi kesepahaman dalam mendiskusikannya.

Menurut saya, negeri2 di sekeliling Mekkah meliputi negeri2 yang bersinggungan secara langsung dengan Mekkah dan yang tidak bersinggungan secara langsung dengannya. Sebagai contoh untuk lebih mempermudah pemahaman kita. Hari minggu kemarin saya pergi ke PRJ bersama istri saya. Alhamdulillaah, karena kami datang ke PRJ pada hari minggu, maka kami menemui kondisi yang padat di arena PRJ tersebut. Agar tidak terpisah, maka kamipun bergandengan tangan. Pertanyaannya, apakah orang yang ada disekeliling saya hanyalah istri saya? Atau Istri saya dan orang2 yang bersenggolan dengan saya? Ataukah orang2 yang jumlahnya banyak tersebut yang berada di kanan, kiri, depan dan belakang saya? Jawaban dari pertanyaan saya ini menggambarkan makna dari Surah Asy Syura :7


Mari kita periksa silang dengan Surah2 lainnya.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
[49:13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
[4:174] Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an).
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
[21:107] Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
[25:1] Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam1053,
1053: Maksudnya jin dan manusia.


Dari ayat2 di atas terlihat bahwa Al Qur'an diturunkan kepada seluruh umat manusia di dunia. Hal ini terlihat dari penggunaan kata-kata “Hai manusia”, “semesta alam” dan “seluruh alam”. Bukan diturunkan hanya untuk penduduk Mekkah. Saya rasa penjelasan saya cukup jelas. :-)

3. AN NAHL [16] : 102

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
[16:102] Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
Pertanyaannya: Bagaimana bunyi teks aslinya dalam bahasa Indonesianya; apakah ada kandungan
“Jibril”-nya?

Jawabannya :
Bila diartikan secara kata-per-kata memang tidak ada kata “Jibril” yang terdapat di dalam ayat tersebut. Tetapi, saya Haqqul Yaqin bahwa seluruh umat Islam mengetahui bahwa malaikat yang memiliki tugas untuk menyampaikan ayat-ayat kepada Rosulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallaam adalah Jibril. Tidak ada malaikat lainnya. Setiap malaikat memiliki tugasnya yang telah ditentukan oleh Allaah subhanallaahu ta'ala dan tidak akan mencampuri tugas malaikat lainnya. Nah, penambahan kata-kata “Jibril' akan menegaskan bahwa yang dimaksud dengan “Rohul Kudus” adalah “Jibril”. Hal ini berguna sekali bagi mereka yang tidak/ belum mengetahui mengenai tugas-tugas malaikat.

4. AS SAJDAH [32] : 23

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ



[32:23] Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quraan itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil1195.
1195: Maksudnya: sebagaimana telah diberikan kepada Musa, Taurat, begitu juga diberikan kepada Muhammad Al-Qur'an. Dan sebagaimana Taurat dijadikan petunjuk bagi Bani Israil, maka dijadikan Al-Qur'an petunjuk bagi ummatmu.

Pertanyaannya: Kitab apakah yang sedang dibicarakan di sini; Taurat atau Al Qur'an, atau keduanya?

Jawaban saya :
Yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Taurat dan Al Qur'an.


--
Tambahan..
Dalam mempelajari Al Qur'an, selain perlu memiliki ilmu Bahasa Arab (nahwu, sharaf dan lainnya) diperlukan pengetahuan mengenai Asbaabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya ayat). Hal ini diperlukan sebagai suatu sarana mengetahui kapan ayat tersebut turun, bagaimana kondisi masyarakat pada saat itu, dalam kejadian apa dan apa implikasinya. Berikut saya nukilkan penjelasan yang lebih baik lagi:

Di sini akan diungkap secara sekilas pendapat sebagian ulama dan kemudian akan disertakan beberapa faedah tentang ilmu Asbabun Nuzul.

Al-Wahidy berpendapat: "menafsirkan ayat tanpa bertitik tolak dari sejarah dan penjelasan turunnya tidaklah mungkin."
Ibnu Daqiqil 'Ied berpendapat: "Keterangan tentang Asbabun Nuzul adalah merupakan salah satu jalan yang tepat dalam memahami Al-Qur'an."
Ibnu Taimiyah berpendapat: "Ilmu Asbabun Nuzul akan membantu dalam memahami ayat, karena ilmu tentang sebab akan menimbulkan ilmu tentang akibat".
Dengan demikian akan jelaslah pentingnya ilmu Asbabun Nuzul sebagai bagian dari ilmu Al-Qur'an.
Adapun faedah dari ilmu Asbabun Nuzul dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Mengetahui bentuk hikmah rahasia yang terkandung dalam hukum.
  2. Menentukan hukum (takhshish) dengan sebab menurut orang yang berpendapat bahwa suatu ibarat itu dinyatakan berdasarkan khususnya sebab.
  3. Menghindarkan prasangka yang mengatakan arti hashr dalam suatu ayat yang zhahirnya hashr.
  4. Mengetahui siapa orangnya yang menjadi kasus turunnya ayat serta memberikan ketegasan bila terdapat keragu-raguan.
  5. Dan lain-lain yang ada hubungannya dengan faedah ilmu Asbaun Nuzul.
Sumber : http://www.cybermq.com/pustaka/detail/ilmu-tafsir/72/
--


powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme